Sabtu, 20 Juli 2013

Kata Orang Cinta


Alangkah indahnya kehidupan kita ketika cinta mampir dalam sanubari berperan sebagai pelipur lara ketika hati sedang gelisah. Namun bukan hal yang tidak mungkin jika cinta akan berbalik arah mengobrak-abrik hati seseoran jika kita tidak pandai-pandai menghadapi perasaan tersebut. Bagi sebagian orang cinta itu membahagiakan, namun sebagian orangpun menganggap bahwa cinta adalah sumber rasa sakit dalam hati.Mustahil jika kita sebagai manusia tidak pernah merasakan cinta selama kita hidup hingga sekarang. Bukankah Tuhan sudah mengaruniai rasa cinta dalam diri seseorang agar lebih menikmati eloknya kehidupan.

Bukankah cinta itu membawa sebongkah kebahagiaan? Cinta yang sesungguhnya tidak akan pernah membuat hati seseorang merasa tersakiti, meskipun  kadang kala membawa debu-debu penyebab hati lara. Namun ketika cinta datang bersamaan dengan rasa sakit, seolah-olah rasa sakit itu kan larut oleh kebahagiaan yang ia persembahkan. Sehingga hati kita tidak akan merasakan rasa sakit itu. Hati sudah terbuai oleh cinta.
Namun sangat tidak baik jika rasa cinta tersebut berjalan diiringi dengan nafsu yang menggebu-gebu. Jika hal ini terjadi maka hati kita akan di kendalikan oleh hawa nafsu yang akan membawa kita ke dalam jurang kenistaan. Seharusnya cintalah yang mengendalikan hati, bukan nafsu yangmengndalikan hati.
Bukankah cinta itu adalah sebuah perasaan ikhlas? Ketika cinta bersandingan dengan keikhlasan kolbu tentu hidup seseorang akan menjadi lebih bermakna. Kita akan mendapatkan kebahagiaan yang semestinya, bukanlah kebahagiaan yang semu, kebahagiaan yang pada akhirnya akan membawa kita pada suatu titik penyesalan atas apa yang pernah kita lakukan diwaktu silam.
Memang bukan hal yang mudah untuk mengawinkan cinta dengan ikhlas, namun apakah itu hal yang mustahil? Tentu tidak. Bukankah di dunia ini tidak ada hal yang mustahil? Jika Tuhan sudah berperan, apa yang tidak mungkin? Masih adakah?
Pertanyaannya adalah bagaimana cara mendapatkan cinta yang ikhlas atau cara mengganti balutan nafsu pada cinta menjadi cinta yang berbalut keikhlasan? Jawabannya adalah maukah anda untuk  membuka dan menutup diri ketika ikhlas dan nafsu itu datang silih berganti.

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Entri Populer

Diberdayakan oleh Blogger.
 

Followers

 

Blogger news

Templates by Nano Yulianto | CSS3 by David Walsh | Powered by {N}Code & Blogger